Mari Sensus Burung!


Sensus Burung Air atau Asian Waterbird Census (AWC) di Indonesia mulai dilaksanakan pada Januari 2013. Kegiatan tahunan yang bersifat sukarela ini diadakan tiap minggu kedua dan ketiga.
Pemantauan burung air dikoordinasi oleh Wetlands International. Kegiatan ini juga berjalan bersamaan dengan sensus internasional di Afrika, Eropa, dan Amerika, dibawah payung International Waterbird Census (IWC). Untuk kegiatan di Indonesia, sensus dikoordinasikan oleh Wetlands International – Indonesia Programme bekerjasama dengan Ditjen PHKA – Dephut.
Menurut Yus Rusila Noor Koordinator Nasional AWC di Indonesia, tujuan besar dari sensus ini yaitu mengumpulkan informasi tahunan mengenai populasi burung air di lahan basah. Ini sebagai dasar evaluasi lokasi-lokasi  penting dan pemantauan populasi. Memantau status tahunan dan kondisi lahan basah mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk melestarikan terhadap burung air dan lahan basah.
“Kami mengundang partisipasi dari pengamat burung atau masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan sensus. Data yang terangkum dalam AWC ini akan ditampilkan dalam berbagai laporan,” ujar Yus. Data sebelumnya telah digunakan oleh aktivis konservasi mulai tingkatan lokal hingga global.
Pengamat Burung Pecuk ITS dan Peksia Unair juga berpartisipasi dalam AWC 2013. Sensus burung air dilakukan di Tambak Wonorejo, Surabaya, Minggu lalu (13/01/13).
“Saat mengikuti sensus burung air, kami menambah ilmu untuk belajar burung dan juga memberikan pengalaman ke adik kelas mengenai AWC,” ujar Nur Sita Hamzati, pengamat burung dari Pecuk ITS.
Pengamatan dilakukan mulai pukul 7.00 sampai 11.00 WIB  di empat tambak yang banyak terdapat burung air. Mereka berhasil mengamati beberapa burung air, seperti Gagang Bayam Belang, Kedidi Jari Panjang, Trinil Semak, Trinil rawa, Trinil pantai, Jenis kuntul dan jenis cangak.
Kegiatan pengamatan burung air selanjutnya akan diadakan di Ujung Pangkah,Gresik, Jawa Timur pada Sabtu,19 Januari 2013. “Kami mengundang teman-teman pengamat burung untuk bergabung bersama kami,” tutup Nur.
Foto cover : Jakartabirder
Sumber: Burung-Nusantara.org
Jika Anda menyukai Artikel KPB Nectarinia, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di web blog KPB Nectarinia
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

English Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : HIMBIO Oryza sativa | Majalah Hayati | Macro Pocket
Copyright © 2013. KPB NECTARINIA UIN JAKARTA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger